Pupuk Keyakinan di Dalam Dirimu
Jika engkau tetap tenang,
ketika yang lain lepas kendali
dan menyalahkan;
Jika engkau bisa mempercayai diri
sendiri,
ketika yang lain meragukan
dirimu.
Jika engkau bisa menanti dan
tidak lelah menanti;
Atau sekalipun dibohongi, namun
tak membohongi;
Atau sekalipun dibenci, namun
tidak membenci;
Tidak terlihat terlalu baik,
tidak pula bicara terlalu bijak.
Jika engkau bisa bermimpi dan
tidak menjadikan mimpi sebagai gurumu;
Jika engkau bisa berpikir dan
tidak menjadikan pikiran sebagi tujuanmu;
Jika engkau bisa bertemu dengan
kemenangan dan kemalangan, dan memperlakukan keduanya sama.
Jika engkau bisa menupuk semua
kemenangan;
Dan mempertaruhkannya dalam satu
lemparan;
Dan kalah dan mulai lagi dari
awal;
Tanpa menghembuskan sepatah kata
tentang kekalahan.
Jika engkau tahan mendengar
kebenaran yang engkau katakan;
Diputarbalikkan penipu untuk
menjebak orang dungu;
Atau melihat hasil karya hidupmu
rusak;
Dan tanpa kenal lelah
memperbaikinya.
Jika engkau mendorong hati dan
syaraf serta otot;
Untuk melayani lebih dari yang
telah mereka lakukan;
Lalu bertahan jika tak ada lagi
apa-apa dalam dirimu;
Kecuali tekad yang menyerukan
pada mereka, “Bertahanlah!”
Jika engkau bicara dengan
khalayak dan menjaga kebaikan;
Atau berjalan dengan raja namun
tetap bersahaja;
Jika tidak ada musuh maupun
kekasih yng bisa melukaimu;
Dan semua mempercayaimu, tapi tak
ada yang berlebihan.
Jika engkau bisa mengisi setiap
menit yang berlalu;
Dengan enam puluh detik;
Milikmulah dunia dengan segala
yang ada di dalamnya;
Dan lebih dari itu, engkau akan
menjadi seorang…
Laki-laki, anakku!
(Karya seorang penyair)
(dikutip dari buku “Be Happy”
karya YM. Sri Dhammananda Nayaka Mahathera)